Sabtu, 31 Januari 2009

Kenapa Harus Perang

Dinegara manapun budaya untuk melakukan perang sangat tidak dianjurkan, apalagi dari ajaran agama apapun, melarang keras dan akan dimurkai oleh Sang Pencipta.
Perang tidak boleh merusak, dari tiuanak kecil, lanjut usia dan wanita. Mereka ini harus mendapatkan perlindungan dan jaminan keamanan, kendatipun dalam pertempuran. Apa yang terjadi di Palestina, Irak, Afganistan dan Negara-negara lain adalah merupakan sebuah tragedy kemanusiaan yang terjadi karena kita membiarkan fitnah, membiarkan nafsu angkara murka merasuki dan tumbuh berkembang dan menjadi alat untuk memecah belah umat manusia, dan tragisnya ini di manage oleh Zionis Israel yang memiliki ambisi besar untuk mencaplok wilayah Negara Palestina.
Sejarah peta politik yang dapat digambarkan sejak periode 1948, dimana konflik tak berujung, dan perjanjian-perjanjian damai yang impotent. Kelahiran Israel pada 14 Mei 1948 telah menginisiasi konflik berkepanjangan antara pihak Arab dengan Israel. Konflik bersenjata pertama antara Arab dan Israel terjadi beberapa hari sesudah diproklamasikannya kemerdekaan Israel. Pada saat itu, Israel belum memiliki angkatan bersenjata yang resmi, dan hanya mengandalkan organisasi paramiliter seperti Haganah, Irgun, Palmach yang berjuang tanpa komando. Sementara bangsa Arab di Palestina juga mengandalkan organisasi paramiliter Futuwa dan Najjada. Namun setelah itu, bangsa Arab di dukung oleh Negara-negara Arab disekitar Israel dan Irak, Yordania dan Mesir untuk mendukung perlawanan Arab terhadap Israel. Di tengah-tengah peperangan oraganisasi paramiliter Israel dilebur menjadi sebuah angkatan bersenjata yang disebut dengan Israeli Defense Forces, sehingga mereka memiliki kekuatan militer yang lebih terkomando. Peperangan 1948 atau yang dikenal dengan nama Al Nakba dimenangkan oleh Israel, setelah selama lebih dari satu tahun bertempur. Berakhirnya perang Al Nakba itu ditandai dengan dibuatnya perjanjian perdamaian antara Israel dengan Negara-negara Arab disekitarnya pada bulan Juli 1949. Dan pada tahun itu pula, eksistensi Israel sebagai Negara ditegaskan dengan diterimanya Israel sebagai anggota PBB. Perang 1948 telah memunculkan persoalan pengungsi Palestina yang terusir dari kediamannya di Palestina. Sekitra 750.000 warga Palestina terpaksa menjadi pengungsi dan mencari perlindungan di Negara-negara Arab.
Sebagaimana yang telah disaksikan, perang adalah perantara kekejaman yang besar yang tidak bermanfaat bagi pribadi ataupun masyarakat. Perang adalah malapetaka sosial yang menimbulkan kepedihan besar dan menorehkan luka yang dalam kepada manusia, yang akan perlu waktu lama, jika dapat disembuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar